Like Us on Facebook

Follow Us on Twitter

Kontak Kami Dengan Email

 

Visitasi dan assesment mahasiswa RPL D3 Farmasi STFB


STFB merupakan perguruan tinggi yang ditunjuk oleh beberapa instansi kesehatan di Jawa Barat untuk melaksanakan program percepatan tenaga kesehatan melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Jumlah Mahasiswa RPL D3 Farmasi STFB yaitu 50 orang yang tersebar di wilayah kab. Garut, Kota Tasik, Kab. Cimis, Kab. Pangandaran dan Kab. Indramayu.

Kamis, 5 Oktober 2017 ketua Sekolah Tinggi Farmasi Bandung (STFB) Entris Sutrisno, S.Farm., MH.Kes., Apt dan Kepala Prodi D3 Farmasi Ani Anggriani, M.Si., Apt melaksanakan kegiatan visitasi dan assessment kepada mahasiswa Rekognisi Pembeilajaran Lampau (RPL) yang berada di wilayah Kab. Garut Jawa Barat. Mahasiswa RPL yang berada di Kab. Garut berjumlah 9 orang dan bekerja di beberapa instasi kesehatan seperti Rumah Sakit Umum dr. Slamet, Puskesmas Tarogong, Puskesmas Siliwangi, Puskesmas Haurpanggung dan Puskesmas Pasundan.

Visitasi ini bertujuan untuk menilai dan melaksanakan pelayanan kefarmasian di institusi tempat masing-masing mahasiswa bekerja, mulai dari kunjungan ke tempat kerja, ruangan obat, dengan menilai tata letak penyimpanan obat, cara penyerahan obat sampai penjelasan penggunaan obat kepada pasien. Sesuai dengan rencana pembelajaran mahasiswa RPL STFB D3 Farmasi diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, dengan menguasai konsep dasar, meningkatkan peran dan kualitas pelayanan kesehatan secara komprehensif kepada pasien serta memberdayakan masyarakat dalam self medication, sehingga mahasiswa mampu menyelesaikan pelayanan resep sesuai standar, mampu berkomunikasi dengan klien dalam memberikan informasi dan edukasi tentang obat, mampu memecahkan masalah pekerjaan sesuai dengan bidang terapannya secara logis, inovatif dan bertanggung jawab dengan sikap yang menginternalisasi nilai, norma dan etika akademik. Dengan demikian mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan memberikan edukasi tentang kefarmasian kepada masyarakat di masing-masing institusi sesuai dengan prosedur dan undang-undang yang berlaku saat ini.

  

Kunjungan kali ini mendapat respon yang sangat baik dari para kepala institusi. Mereka berharap kedepan kurikulum RPL STFB dapat disesuaikan dengan kondisi di tempat kerja masing-masing sehingga mahasiswa akan sangat memahami bidang pekerjaannya.

**redyriyady

Share this post

Submit to FacebookSubmit to Google PlusSubmit to TwitterSubmit to LinkedIn

Last Updated on Friday, 06 October 2017 17:35

Go to top